Harmonisasi Pelaksanaan Otonomi Daerah: Sosialisasi Implikasi Revisi UUPA Bagi Pemerintah Lokal

Authors

  • Muhammad Ridhwan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author
  • Hasanul Bulqiyah Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author
  • Lukiyana Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author
  • Koerniawan Hidajat Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author
  • Fangela Myas Sari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.67710/communityservice.v2i2.30

Keywords:

Harmonisasi, Otonomi Daerah, UUPA, Pemerintah Lokal, Sosialisasi

Abstract

Revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) membawa penyesuaian signifikan terhadap dinamika otonomi khusus dan tata kelola pemerintah lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapan aparat pemerintah daerah dalam mengimplementasikan implikasi hukum dan administratif pasca-revisi UUPA. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Aceh Barat, Meulaboh, pada tanggal 12 Mei 2026 dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), jajaran Forkopimda, serta perwakilan lembaga daerah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), dan evaluasi pemahaman peserta via pre-test serta post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 30% terkait sinkronisasi aturan turunan, pembagian kewenangan, serta tata kelola keuangan daerah. Kegiatan ini mendorong terciptanya harmonisasi antara regulasi pusat dan daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan lokal yang adaptif dan akuntabel.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aspinall, E. (2009). Islam and Nation: Separatist Rebellion in Aceh, Indonesia. Stanford University Press.

Asshiddiqie, J. (2006). Pengembangan Hukum Tata Negara di Indonesia. Jakarta: RG Press.

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W.H. Freeman and Company.

Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. London: Intermediate Technology Publications.

Dwiyanto, A. (2018). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Farida, I., & Setiawan, A. (2021). Dinamika Otonomi Khusus dan Pembangunan Daerah. Jurnal Tata Kelola Publik, 8(2), 112–125.

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.

Halim, A. (2020). Manajemen Keuangan Daerah: Teori, Konsep, dan Aplikasi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Holbeche, L. (2018). The Agile Organization: How to Build an Innovative, Sustainable and Resilient Business (2nd ed.). Kogan Page.

Husni, M. (2021). Harmonisasi Qanun Aceh dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Hukum Pemerintahan, 9(2), 145–160.

Ismail, N. (2019). Pengembangan Kapasitas Aparatur Pemerintah Daerah dalam Era Otonomi Khusus. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 17(1), 34–48.

Kirkpatrick, D. L., & Kirkpatrick, J. D. (2006). Evaluating Training Programs: The Four Levels (3rd ed.). San Francisco: Berrett-Koehler Publishers.

Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development (8th ed.). Routledge.

Krueger, R. A., & Casey, M. A. (2015). Focus Groups: A Practical Guide for Applied Research (5th ed.). SAGE Publications.

Kusujiarti, S. (2017). Inklusivitas Gender dalam Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah. Jurnal Sosiologi Indonesia, 15(2), 101–115.

Lipsky, M. (2010). Street-Level Bureaucracy: Dilemmas of the Individual in Public Services. New York: Russell Sage Foundation.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Jakarta: Kencana.

Nazaruddin, A. (2020). Keberlanjutan Dana Otonomi Khusus dan Masa Depan Pembangunan Aceh. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 11(1), 78–95.

Nugroho, R. (2018). Public Policy: Dynamics, Process, Analysis, and Evaluation. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Jakarta: Sekretariat Negara.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press.

Soekanto, S. (2018). Edukasi Hukum dan Harmonisasi Kebijakan Daerah. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 12(1), 45–58.

Subarsono, A. G. (2015). Analisis Kebijakan Publik: Konsep, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suharto, E. (2014). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Panduan Praktis Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Syaukani, H., Afan, G., & Ryaas, R. (2004). Otonomi Daerah dalam Negara Kesatuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wardhani, D. (2018). Metodologi Pengabdian Masyarakat Berbasis Partisipatif. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 189–198.

Yudiatmaja, F. (2016). Analisis Kebutuhan Pelatihan Aparatur Sipil Negara di Tingkat Lokal. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 4(3), 112–125.

Yusuf, M. (2019). Tantangan Administrasi Publik dalam Pengelolaan Otonomi Khusus di Aceh. Jurnal Tata Kelola Daerah, 7(3), 210–224.

Downloads

Published

2026-08-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Harmonisasi Pelaksanaan Otonomi Daerah: Sosialisasi Implikasi Revisi UUPA Bagi Pemerintah Lokal. (2026). Community Service: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 189-203. https://doi.org/10.67710/communityservice.v2i2.30