Peningkatan Kompetensi Guru PAUD dalam Mengelola Kelas Inklusif Berbasis Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat
Keywords:
pendidikan inklusif, kecerdasan emosional anak, guru PAUD, pengelolaan kelas, perkembangan emosional anakAbstract
Penyelenggaraan pendidikan inklusif pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuntut kompetensi guru yang tidak hanya memahami karakteristik perkembangan anak, tetapi juga mampu mengelola dinamika emosional yang muncul dalam interaksi pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD di Kabupaten Rembang dalam mengelola kelas inklusif berbasis kecerdasan emosional. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan experiential learning, diskusi partisipatif, simulasi kasus, dan pendampingan reflektif, melibatkan 33 guru dari berbagai lembaga PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual guru mengenai inklusivitas, peran kecerdasan emosional, serta strategi pengelolaan kelas yang responsif. Guru mulai mampu menafsirkan perilaku anak sebagai ekspresi kebutuhan emosional, bukan semata-mata persoalan kedisiplinan. Selain itu, keterampilan guru dalam menerapkan teknik seperti emotion labeling, emotion coaching, penguatan positif, serta penyediaan sudut relaksasi mengalami peningkatan yang tampak pada praktik kelas pascapelatihan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa pelatihan relevan, aplikatif, dan membantu mereka lebih percaya diri dalam mengelola kelas heterogen. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas profesional guru PAUD dalam mewujudkan pembelajaran inklusif yang ramah emosi dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
Downloads
References
Brookfield, S. D. (1995). Becoming a critically reflective teacher. Jossey-Bass.
Brackett, M. A., Rivers, S. E., & Salovey, P. (2011). Emotional intelligence: Implications for personal, social, academic, and workplace success. Social and Personality Psychology Compass, 5(1), 88–103.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denham, S. A., Bassett, H. H., & Wyatt, T. (2012). The socialization of emotional competence. In Handbook of emotion regulation in children (pp. 85–110). Psychology Press.
Florian, L., & Black-Hawkins, K. (2011). Exploring inclusive pedagogy. British Educational Research Journal, 37(5), 813–828.
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence. Bantam Books.
Gottman, J., & Declaire, J. (1997). The heart of parenting: Raising an emotionally intelligent child. Simon & Schuster.
Jennings, P. A., & Greenberg, M. T. (2009). The prosocial classroom: Teacher social and emotional competence in relation to student and classroom outcomes. Review of Educational Research, 79(1), 491–525.
Jones, S. M., Barnes, S. P., Bailey, R., & Doolittle, E. J. (2015). Promoting social and emotional learning in preschool. The Future of Children, 25(1), 3–19.
Kirkpatrick, D. L., & Kirkpatrick, J. D. (2006). Evaluating training programs: The four levels. Berrett-Koehler.
Knowles, M. (1990). The adult learner. Gulf Publishing.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Rahmawati, N. (2020). Kompetensi guru PAUD dalam mengelola emosi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 112–123.
Suyadi, & Ulfah, M. (2013). Konsep dasar PAUD. Remaja Rosdakarya.
Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners. ASCD.
Wuryandani, W., & Rachmawati, T. (2019). Kompetensi sosial emosional guru PAUD: Tinjauan kebutuhan pelatihan. Jurnal Obsesi, 3(1), 45–56.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Allan Firman Jaya, Siti Marli'ah, Firdausi Nuzula Apriliyana, Rista Dwi Permata, Risma Nugrahani, Dwi Wahyu Kartikasari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











