Sosialisasi Potensi Ekonomi dan Kesiapan Masyarakat dalam Pengembangan Pelabuhan Laut Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya
DOI:
https://doi.org/10.67710/communityservice.v2i2.30Keywords:
Potensi Ekonomi, Kesiapan Masyarakat, Pelabuhan Kuala Pesisir, Nagan Raya, SosialisasiAbstract
Rencana pembangunan Pelabuhan Laut Multipurpose Kuala Pesisir di Gampong Suak Puntong, Kabupaten Nagan Raya, merupakan proyek strategis bernilai investasi Rp1,42 triliun yang diproyeksikan menjadi hub logistik komoditas unggulan pantai barat-selatan Aceh. Mengingat masifnya skala industri ini, kesiapan masyarakat lokal menjadi faktor penentu agar dampak pengganda (multiplier effect) ekonomi dapat dirasakan secara inklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyosialisasikan peta potensi ekonomi makro pelabuhan serta mengedukasi dan memetakan kesiapan masyarakat gampong dalam menyambut operasionalisasi pelabuhan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan pemetaan potensi kargo, sosialisasi interaktif, dan analisis mitigasi risiko sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 45% mengenai peluang sektor turunan pelabuhan (UMKM, logistik lokal, kargo umum, dan serikat buruh). Kegiatan ini juga berhasil memetakan risiko sosial berupa potensi penolakan akibat miskomunikasi dan kekhawatiran pencemaran lingkungan. Rekomendasi taktis diarahkan pada penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan sinergi vokasional terpadu antara pengelola pelabuhan, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal.
Downloads
References
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Auty, R. M. (2002). Sustaining development in mineral economies: The resource curse thesis. Routledge.
Blakely, E. J., & Leigh, N. G. (2013). Planning local economic development: Theory and practice (5th ed.). SAGE Publications.
Boundary, A. T., & Shafa, M. (2022). Industrialization and social friction in rural coastal communities. Academic Press.
Brigham, E. F., & Ehrhardt, M. C. (2020). Financial management: Theory & practice (16th ed.). Cengage Learning.
Flyvbjerg, B. (2014). What you should know about megaprojects and why: An overview. Project Management Journal, 45(2), 6–19. https://doi.org/10.1002/pmj.21409
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan. Kementerian Perhubungan RI.
Kindon, S., Pain, R., & Kesby, M. (Eds.). (2007). Participatory action research approaches and methods: Connecting people, participation and place. Routledge.
Krakatau Consultation & Project Mgt. (2022). Pre kajian kelayakan Pelabuhan Laut Multipurpose Kuala Pesisir, Nagan Raya, Provinsi Aceh. PT Krakatau Bandar Samudera.
Kurniawan, D. (2021). Metode FGD dalam penelitian publik dan pemberdayaan masyarakat. Pustaka Pelajar.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. (2015). Qanun Kabupaten Nagan Raya Nomor 11 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Nagan Raya Tahun 2015–2035. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.
Purba, T., Siregar, M., & Utama, A. (2023). Sertifikasi K3 dan kesiapan tenaga kerja lokal di kawasan industri pelabuhan. Jurnal Manajemen Logistik dan Transportasi, 9(2), 115–128.
Putra, R. A., & Wijaya, K. (2022). Dampak ekonomi infrastruktur curah cair terhadap sektor jasa penunjang lokal. Jurnal Ekonomi Wilayah, 14(3), 201–214.
Reason, P., & Bradbury, H. (Eds.). (2008). The SAGE handbook of action research: Participative inquiry and practice. SAGE Publications.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Lembaran Negara Republik Indonesia.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia.
Sanjaya, H. (2024). Analisis efektivitas tol laut dan peran serikat buruh lokal dalam cargo handling. Jurnal Kebijakan Publik dan Pemerintahan, 6(1), 45–58.
Siahaan, H., & Ramli, M. (2021). Cadangan batubara dan potensi energi Cekungan Meulaboh-Sibolga. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 22(3), 145–156. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v22i3
Suryono, A. (2019). Teori dan strategi perubahan sosial dalam pembangunan nasional. Bumi Aksara.
Suryono, B., & Handayani, S. (2021). Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui diseminasi rencana induk pelabuhan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(4), 312–325.
Sutopo, B. (2020). Analisis kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policy) dalam pembangunan daerah. Jurnal Administrasi Publik, 14(2), 115–128.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Pearson.
World Bank. (2017). Governance and the law: World Development Repo
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ridhwan, Hasanul Bulqiyah, Lukiyana, Koerniawan Hidajat, Fangela Myas Sari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












