Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar

Authors

  • Abdurrasyid Institut Sains Al-Qur’an Syeikh Ibrahim, Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia Author
  • Syamzaimar Institut Sains Al-Qur’an Syeikh Ibrahim, Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia Author

Keywords:

pendidikan kewarganegaraan, Radikalisme, Mahasiswa, Pancasila, Budaya Inklusif

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa Institut Sains Al-Qur’an Syekh Ibrahim Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Radikalisme menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan karena dapat memengaruhi pola pikir generasi muda yang berada pada fase pencarian jati diri, terutama melalui penyebaran narasi intoleran, eksklusif, dan provokatif di lingkungan sosial maupun media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dokumen pendidikan, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan, radikalisme, nilai Pancasila, literasi digital, dan budaya inklusif. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun ketahanan ideologis mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berperan strategis sebagai instrumen penguatan karakter, penanaman nilai Pancasila, pembentukan sikap toleran, serta pengembangan nalar kritis dalam menghadapi propaganda radikal. Strategi pembelajaran yang dialogis, partisipatif, berbasis diskusi kritis, literasi kebangsaan, dan literasi digital dinilai penting untuk memperkuat daya tangkal mahasiswa terhadap paham radikal. Selain itu, budaya kampus yang demokratis dan inklusif menjadi faktor pendukung dalam membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana preventif dalam membentuk mahasiswa yang moderat, nasionalis, demokratis, dan berkomitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aryeno, Bellynda Shafira, Teguh Suratman, dan Riski Febria Nurita. 2022. “Peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam upaya penanggulangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai kejahatan terorisme (studi di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme).” Bhirawa Law Journal 3 (1): 74–81.

Asmaroini, Ambiro Puji. 2016. “Implementasi nilai-nilai pancasila bagi siswa di era globalisasi.” Citizenship Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan 4 (2): 440–50.

Budimansyah, Dasim. 2010. Penguatan pendidikan kewarganegaraan untuk membangun karakter bangsa. Widya Aksara Press.

Casey, Ashley, dan Javier Fernandez-Rio. 2019. “Cooperative learning and the affective domain.” Journal of Physical Education, Recreation & Dance 90 (3): 12–17.

Cogan, John, dan Ray Derricott. 2014. Citizenship for the 21st century: An international perspective on education. Routledge.

Ennis, Robert H. 2018. “Critical thinking across the curriculum: A vision.” Topoi 37 (1): 165–84.

Fajri, Iwan, Rusli Yusuf, dan Mohd Zailani Mohd Yusoff. 2021. “Model pembelajaran project citizen sebagai inovasi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan abad 21.” Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan Dan Penelitian 2 (3): 105–18.

Fitri, Nur Laily, Usiono Usiono, Chalijah Adha, Izzatunnisa Izzatunnisa, dan Saidatul Fadhillah Nasution. 2023. “Pentingnya penerapan komunikasi efektif dalam konteks pendidikan.” Innovative: Journal Of Social Science Research 3 (6): 5241–51.

Hidayat, A. 2025. “Pemahaman dan Pencegahan Radikalisme dalam Dunia Pendidikan Islam.” Jurnal El-Huda 16 (02): 1–6.

Indonesia, Seluruh. 2017. “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.” Kamus Besar Bahasa Indonesia. kbbi. kemdikbud. go. id.

Kolb, Alice, dan David Kolb. 2018. “Eight important things to know about the experiential learning cycle.” Australian educational leader 40 (3): 8–14.

Lensa, Rejeki, Muhammad Jufni, dan Yusuf Hadijaya. 2025a. “Community Engagement dalam Pendidikan Multikultural.” ALACRITY: Journal of Education, 288–301.

Lensa, Rejeki, Muhammad Jufni, dan Yusuf Hadijaya. 2025b. “Community Engagement dalam Pendidikan Multikultural.” ALACRITY: Journal of Education, 288–301.

Nurul’Ainy, Zuhria. 2021. “Dampak Aplikasi Pendidikan Karakter pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi.” PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan 9 (2): 111–17.

Pramanda, Anggi Yoga, Moh Muchtarom, dan Rima VP Hartanto. 2018. “Penguatan Etika Digital pada Siswa untuk Menanggulangi Penyebaran Berita Bohong (Hoax) di Media Sosial Melalui Pendidikan Kewarganegaraan (Studi SMA/SMK di Surakarta).” Jurnal Penelitian Pendidikan 21 (2): 1–13.

Rahmatiani, Lusiana. 2020. “Pendidikan kewarganegaraan sebagai pembentuk karakter bangsa.” Prosiding Seminar Nasional Kewarganegaraan ISSN 2715: 467X.

Rahmawati, Siti, dan Tri Joko Raharjo. 2025. “INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA PADA SISWA SD KELAS 4 DI SEKOLAH INDONESIA MAKKAH.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10 (01): 221–42.

Rustandi, Ridwan. 2024. “Peran strategis Duta Damai Dunia Maya (DDDM) BNPT RI dalam menangkal radikalisme digital melalui pendekatan dakwah moderat.” Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan 6 (2): 259–82.

Sanjaya, Dr H. Wina. 2006. Strategi pembelajaran berorentasi standar proses pendidikan.

Sardiman, Arief M. 2011. Interaksi dan motivasi belajar mengajar.

Syamzaimar. 2025. Pendidikan Kewarganegaraan, Implementasi Pengamalan Islam. PT. Indragiri Dot Com.

Winarno, Dwi. 2006. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan.

Downloads

Published

2026-07-11

How to Cite

Abdurrasyid, & Syamzaimar. (2026). Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar. Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(2), 171-190. https://journal.globalresearchmedia.com/index.php/learningstrategies/article/view/46